Home / Aneka

BI Rate Tetap 6,5%

Senin, 25 Jul 2016 | 12:45 WITA

MAKASSAR,UPEKS.co.id -- Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada posisi 6,5%. Keputusan ini dinilai membuka ruang untuk masuknya dana repatriasi Tax Amnesty untuk masuk ke tanah air.

Pengamat Ekonomi Sulawesi Selatan, Hamid Paddu menjelaskan, keputusan mempertahankan bunga acuan sudah tepat. Mengingat, penurunan BI rate sudah tiga kali terjadi ditambah penurunan Giro Wajib Minimum (GWM).

"Makro ekonomi sudah tidak lagi pergerak karena inflasi terjaga  dan nilai tukar juga demikian," jelasnya, kemarin.
Selain itu, jelas Hamid, keputusan ini juga mendukung kebijakan tax amnesty. Dana repatriasi dari calon investor ini akan masuk ke tanah air jika suku bunga terjaga.

"Dana repatriasi masuk kalau suku bunga baik. Apalagi sekarang Singapura juga memberikan penawaran bunga yang tinggi," ujarnya.

Perbankan sendiri, tambah Hamid, sejauh ini belum banyak melakukan penyesuaian dari penurunan bi rate lalu. Namun, diyakini akan ikut bergerak seiring perbaikan pada sektor riil.

"Kalau inflasi terjaga dan indikator fundamental bagus bank akan bereaksi. Apalagi kondisi riil sudah bergerak membaik," tutupnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan, KPw BI Sulsel, Miyono, keputusan BI rate tetap di posisi 6,5% sebab bank sentral memandang kondisi stabilitas makro ekonomi terjaga baik. Tercermin dari inflasi yg terkendali di kisaran 4+/-1%, defisit transaksi berjalan membaik dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.
"Transmisi kebijakan moneter melalui suku bunga juga berjalan baik," kata Miyono.

Dalam konteks pemberlakuan Tax Amnesty, lanjut dia, BI jelas mendukung kebijakan ini sebab  kemampuan fiskal pemerintah bisa semakin meningkat.Disisi lain keberhasilan Tax Amnesty juga akan menambah likuiditas pada perekonomian domestik, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi untuk meningkatkan aktivitas usaha guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Kesuksesan tax amnesty yang tentunya juga diharapkan akan disertai dengan repatriasi dana ke perekonomian domestik, maka hal ini tentu akan semakin menambah pasokan valas ke perekonomian domestik, sehigga kedepan kami berharap kestabilan nilai tukar rupiah akan tetap terjaga dengan baik," tutupnya.

Sekedar diketahui, Kamis (21/7/16), Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada posisi 6,5%.Deposit facility juga dipertahankan di 4,5% danlending facility sebesar 7,0%.Sementara itu, BI 7-day Repo Rate juga tidak dipangkas dan bertahan pada level 5,25%.
 
Dengan begitu termasuk structure operasi moneter BI untuk 7 hari sebesar 5,25%, 2 minggu sebesar 5,45%, 1 bulan sebesar 5,7%, 3 bulan sebesar 6,10%, 6 bulan 6,30%, 9 bulan 6,4%, dan 12 bulan 6,50%. (hry/rif)

Penulis: Herman

Editor: M Arif

Berita Terkait