Home / Utama

Pemprov Setop Proyek Mandek

Selasa, 28 Jun 2016 | 13:32 WITA

GELAR RUPS Dari kiri Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Komisaris, Abd Latief saat menghadiri RUPS di Grand Clarion, Senin (27/6) kemarin. (Gunadi/Upeks)

MAKASSAR,UPEKS.co.id -- Pemprov Sulsel berupaya melakukan percepatan serapan anggaran APBD. Untuk itu, semua proyek yang masih mandek hingga Juni ini, akan segera di setop dan dialihkan kesejumlah proyek lain.

Sekprov Sulsel, Abdul Latif menegaskan, pihaknya akan menunggu sampai akhir Juni ini sebelum semuanya dievaluasi. Sayangnya, Latif mengaku belum mengidentifikasi sejumlah proyek yang anggarannya terancam di setop itu.

"Semua anggaran akan kita maksimalkan dalam APBD Perubahan nanti. Jadi proyek yang tidak jalan sampai Juni, tentu akan kita pertimbangkan untuk dihentikan. Kecuali kalau memang proyek yang kegiatan fisiknya tidak butuh waktu lama," ungkap Latif, kemarin.

Selain untuk maksimalisasi anggaran, Latif mengaku bahwa evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menutupi kebutuhan anggaran perubahan yang cukup besar.

"Dalam penyusunan APBD Perubahan, kita punya kebutuhan yang cukup besar. Kita tunggu sampai akhir Juni ini selesai, baru kami evaluasi kembali," katanya.

Sejauh ini, memang terdapat beberapa proyek Pemprov yang alokasi anggarannya siap, tetapi tahap pengerjaan fisiknya dilapangan tidak berjalan. Beberapa proyek itu, diantaranya pembangunan gedung pertemuan Wisma Negara pada kawasan CPI.

Pemprov sendiri tahun ini, mengalokasikan sekitar Rp51 miliar dalam APBD. Anggaran itu untuk melanjutkan pembangunan gedung serba guna, yang diproyeksi sebagai gedung pertemuan dengan kapasitas tampung hingga 2.500 orang.

Sementara itu, aktivitas pengadaan barang dan jasa yang diusulkan 58 SKPD dan Unit Kerja Pemprov Sulsel, hingga 10 Juni lalu jumlahnya sudah 599 kegiatan. Terdiri atas paket kegiatan APBD sebanyak 513 dan APBN 86 proyek.

Total proyek yang diusulkan itu nilainya mencapai Rp1,2 triliun, terbagi atas kegiatan APBD senilai Rp1 triliun lebih, dan APBN Rp195 miliar lebih. APBD Sulsel sendiri, tahun ini totalnya mencapai Rp6,7 triliun.

Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Malik Faisal, mengakui bahwa angka belanja proyek tersebut tidak bergerak dari kondisi akhir triwulan pertama 2016 lalu. Sebabnya, saat ini proyek yang sudah selesai lelang pada awal tahun lalu sejauh ini masih proses pekerjaan.

"Makanya anggaran juga agak melambat, karena biasanya pencairan semua anggaran proyek nanti selesai proyek pada tahun," terangnya. (eky/rif)

Penulis: Muh Aking

Editor: M Arif

Berita Terkait