Home / Teropong APBD

Proyek Wisma Negara Tetap Diajukan ke Kemendagri

Jumat, 04 Des 2015 | 20:43 WITA

MAKASSAR,UPEKS.co.id -- Meski sudah mendapat penolakan dari Komisi D DPRD Sulsel, Pemprov Sulsel tetap optimis proyek Wisma Negara akan mendapat alokasi anggaran dalam APBD Pokok 2016 mendatang.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penolakan penganggaran proyek Wisma Negara dalam APBD 2016 merupakan dinamika dalam penyusunan rancangan RAPBD.

Menurut dia, seharusnya tahun 2016 mendatang Wisma Negara tetap harus dialokasikan. Apalagi, proyek tersebut sudah dialokasikan dalam APBD 2016 sebesar Rp65 miliar.

"Itu tentu saja dinamika APBD. Tetapi, kita akan coba bicarakan kembali. Masa tahun 2015 ada anggarannya, tahun 2016 tidak ada. Berarti tahun 2015, salah semua," kata Syahrul, di Kantor Gubernur, kemarin.

Sebab itu, Syahrul menegaskan, harapannya agar proyek tersebut tetap berlanjut, dengan penganggaran dalam APBD 2016 nanti. "Harus, harus dong (dialokasikan). Insya Allah," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel (Sekprov) Sulsel, Abdul Latif menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memasukkan dokumen RAPBD Pokok 2016 ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam dokumen itu, proyek Wisma Negara tetap dimasukkan.

"Wisma Negara tetapi kita masukkan, tetapi di bold karena itu masih perlu klarifikasi. Kita masih menunggu panggilan Kemendagri, sekaligus mempertanyakan masalah itu," terang dia.

Latif pun berharap, pekan depan sudah ada panggilan dari Kemendagri lantaran saat ini dokumen RAPBD 2016 Sulsel sudah terdaftar untuk konsultasi kepada Mendagri, Tjahjo Kumolo.

"Kita tetap optimis bisa masuk, karena wisma negara sudah ada dalam RPJMD dan rencana kerja daerah. Artinya, kita harapkan itu tetap masuk, karena tidak ada pelanggaran yang kita buat dalam penganggaran itu," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi D menolak usulan anggaran untuk Wisma Negara dengan alasan telah menerima surat Sekretaris Negara (Sesneg) tentang moratorium pembangunan gedung Wisma Negara baru.
Tahun depan, pemprov mengusulkan Rp51 miliar. Tahun ini, sudah ada alokasi Rp65 miliar untuk pembangunan konstruksi awal bangunan tersebut. (eky)

Penulis: Muh Aking

Editor

Berita Terkait