Home / Aneka

Sulsel Permudah Izin Dana Repatriasi

Senin, 25 Jul 2016 | 12:40 WITA

MAKASSAR,UPEKS.co.id -- Kebijakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak diharapkan dampaknya sampai ke Kawasan Timur Indonesia (KTI). Apalagi saat ini, KTI memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk pemerataan perekonomian.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, AM Yamin, dampak Tax Amnesty belum tentu akan menyentuh pada persoalan pemerataan ekonomi, jika pengucuran dana hanya fokus di Pulau Jawa saja.
Pihaknya berharap, pengucuran dana hasil kebijakan Tax Amnesty bisa ikut menyasar peningkatan ekonomi pada Kawasan Timur.

"Kami juga harapannya dana yang ada bisa ikut mengucur ke KTI. Jika itu dilakukan, maka program pemerataan ekonomi dan penanggulan kemiskinan akan semakin bisa ditekan," ujar Yamin, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/7/16).

Lebih lanjut, Yamin mengaku, sebenarnya pengembangan investasi wilayah timur, khususnya Sulsel sudah dijanjikan oleh Kepala BKPM. Hanya saja, sejauh ini pihaknya belum mendapat kepastian terkait fokus pengucuran anggaran dampam kebijakan Tax Amnesty.

"BKPM sudah janji itu, tetapi kami belum terima kepastiannya," ujar mantan Karetaker Bupati Barru ini.
Yamin menambahkan, jika pun nantinya Sulsel menjadi salah satu daerah yang akan menjadi sasaran pengucuran dana itu, pihaknya hanya berharap bahwa fokusnya pada sektor ekonomi produktif.

"Ekonomi produktif ini kan banyak turunannya, sehingga bisa kembali memutar ekonomi pada sektor lain. Misalnya industri pengolahan hasil komoditi pertanian, perikanan maupun perkebunan. Kalau sasarannya hanya yang konsumtif, saya kira dampaknya tidak akan begitu besar memutar ekonomi," katanya.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Yamin, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak perbankan. Apalagi saat ini pusat sudah menunjuk bank persepsi untuk menampung dana repatriasi peserta pengampunan pajak.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Syamsu Alam Ibarahim mengatakan, khusus untuk dampak Tax Amnesty pada sektor koperasi dan UMKM diharapkan bisa mendapat kucuran repatriasi.

"Khusus UMKM dan Koperasi kita itu butuh kemudahan permodalan. Termasuk bantuan pembangunan infrastruktur seperti listrik. Ini butuh biaya besar, karena ada beberapa daerah yang butuh seperti Selayar, Jeneponto dan Pangkep," katanya.
Untuk menjemput itu, pihaknya mengaku memberikan kemudahan, baik sisi perizinan maupun masalah lain. Apalagi sudah ada komitmen soal itu dengan kabupaten/kota.

"Kita punya banyak potensi yang bisa dikembangkan, dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Bisa pengelolahan markisa, kakao, rumput laut dan lainnya. Kita sudah ada konsep perencanaan menuju kesana. Sekarang sudah ada promosi yang kita jalankan," pungkasnya. (eky/rif)

Penulis: Muh Aking

Editor: M Arif

Berita Terkait