Home / Parlementaria

Konferprov Luar Biasa PKPI Versi Takudaeng Batal

Senin, 06 Jun 2016 | 07:52 WITA

 
MAKASSAR, UPEKS.co.id -- Konfrensi provinsi (Konferprov) luar biasa Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel untuk memilih ketua baru pengganti Suzanna Kaharuddin yang rencananya digelar di Hotel Taman Marannu, Jalan Baji Gau, Minggu (5/6) kemarin, batal.

Diketahui, Konferprov luar biasa PKPI Sulsel ini diungkap Pelaksana tugas Ketua DPP PKPI Sulsel Takudaeng Parawansa. Menurutnya, pemilihan ketua baru harus segera dilakukan.

Pasalnya, kata Takudaeng yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPN PKPI ini masih ada agenda politik yang harus dilakukan kedepan. Selain itu Konferprov luar biasa tersebut merupakan perintah Ketua Umum PKPI Isran Noor. “Ini ditandatangani langsung oleh Isran Noor,” tuturnya.

Takudaeng kembali mengatakan bahwa pengurus pusat membatalkan Suzanna sebagai ketua terpilih periode kedua yang digelar pada 27 Februari lalu sebagai ketua PKPI Sulawesi Selatan. SK pembatalan Suzanna sebagaimana tercantum nomor 16/SKEP/DPN/PKPIND/II/2016 dan pengurus pusat mengangkatnya sebagai Plt dengan nomor dengan nomor 104/SKEP/DPN PKP IND/V/2016.

Terpisah, Sekretaris PKPI Sulsel Muhammad Arqam menegaskan bahwa tidak ada perpecahan di tubuh PKPI Sulsel. "Kalau indikasinya memang ada. Makanya kita terus bekerja untuk tetap mensolidkan partai di Sulsel," terangnya.

Menurut mantan ketua tim pemenangan pasangan Andi Maddusila Idjo dan Wahyu Permana Kaharuddin di Pilkada Kabupaten Gowa ini, mengatakan Takudaeng tidak akan melakukan revitalisasi di Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PKPI se Sulsel."Yang ada itu mereka hanya akan melakukan gerakan revitalisasi. Tapi saya rasa itu tidak akan terjadi, karena mayoritas DPK solid bersama kami," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel, Suzanna Kaharuddin mengatakan langkah Irsan Noor yang memutuskan menggantikan dirinya dengan Takudaeng Parawansa hanya untuk membersihkan orang mantan ketua DPN Sutiyoso dalam struktur kepengurusan PKPI.

Selain itu dalam SK tersebut dinilai cacat dan tidak sesuai dengan mekanisme partai karena ditandatangani oleh Isran Noor sebagai ketua dan Takudaeng Parawangsah sebagai wakil sekertaris jenderal DPN.

“Pemecatan saya ini tidak melalui mekanisme partai karena yang bertandatangan wakil Sekjen, seharusnya kalau SK itu asli harus yang bertandatangan Sekjen,” ungkap Suzanna saat ditemui usai acara revitalisasi DPK PKPI Kota Makassar, di Hotel Prima Makassar.

Sehingga pergantian dan pemecatan itu dianggap tidak sah. Bahkan saat ini DPP Sulsel dalam kepengurusannya tengah memperkokoh struktur dengan melakukan revitalisasi pada 24 DPK di Sulsel. Hanya saja beberapa DPK masih ngotot bertahan di kepengurusan Takudaeng Parawangsah.

“Awalnya ada 11 DPK yang bertahan tetapi sudah ada 6 yang mulai bergabung dengan kita. Jadi sisa enam yang masih bertahan di kepengurusan yang tidak sah yang diketuai oleh Takudaeng,” ungkapnya. (mah)

Penulis: Mahatir

Editor: Mahatir

Berita Terkait