Home / Parlementaria

Luthfi Gembosi Basis La Tinro

Ahad, 17 Jan 2016 | 17:22 WITA

PERESMIAN. Ketua NasDem Sulsel Luthfi Andi Mutty mendampingi Ketua Bappilu NasDem Enggartiasti Lukita saat peresmian kantor NasDem Sulsel di Jalan Letnan Jenderal Hertasning, beberapa waktu lalu. Luthfi mulai menggembosi basis La Tinro di Luwu Utara.

 
MAKASSAR, UPEKS.co.id -- Pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel memang baru bergulir dua tahun lagi. Namun sejumlah figur yang belakangan ini ramai disebut bakal ikut bertarung mulai memperlebar jaringannya di daerah. Salah satunya Ketua Partai NasDem Sulsel, Luthfi Andi Mutty.

Selain intens melakukan road show di beberapa daerah, Anggota Komisi II di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut juga mulai menggembosi basis calon rivalnya di Pilgub Sulsel nanti. Dimana, Luthfi mengangkat Thahar Rum yang selama ini merupakan kader terbaik Partai Gerindra menjadi Ketua Partai NasDem di Kabupaten Luwu Utara.

Sebelumnya, NasDem juga menarik Basmin Mattayang. Diketahui, Thahar Rum menjadi wakil Indah Putri Indriani di Pilkada Luwu Utara. Keduanya diusung Partai Gerindra dan NasDem.

Juru bicara Partai NasDem Sulsel Rudianto Lallo membenarkan jika Thahar Rum resmi diangkat menjadi Ketua NasDem Luwu Utara menggantikan Muhammad Rajab. Bahkan, kata legislator Makassar ini, Thahar Rum sudah diperkenalkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem sebagai Ketua NasDem Luwu Utara.

"SK (Surat Keputusan) pak Thahar sudah keluar dan disahkan oleh DPP. Dengan adanya SK itu, Pak Thahar sudah resmi menjadi Ketua NasDem Luwu Utara menggantikan Muhammad Rajab," ungkapnya Sabtu (16/1) lalu.

Legislator Partai NasDem di DPRD Kota Makassar ini menambahkan keputusan NasDem mengangkat Thahar Rum sebagai Ketua Nasdem Luwu Utara atas kehendak DPP. "DPP pasti punya pertimbangan khusus menunjuk Pak Thahar," ujarnya.

Ketua Gerindra  Sulsel La Tinro La Tunrung mengaku belum mengetahui jika Thahar Rum ditarik oleh Partai NasDem untuk disiapkan menggantikan Muhammad Rajab menjadi Ketua NasDem Luwu Utara.

"Saya belum tahu itu. Belum ada kabar dari DPC maupun pak Thahar yang ditarik menjadi kader NasDem," ujarnya kepada saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Mantan Bupati Kabupaten Enrekang dua periode ini menambahkan, meski Thahar Rum belum secara resmi keluar dari partai Gerindra, dirinya menganggap hal biasa kader partai yang berpindah-pindah partai.

"Apalagi beliaukan di Pilkada Luwu Utara kemarin juga diusung oleh NasDem. Jadi wajar kalau NasDem menginginkan Pak Thahar," sebutnya.

La Tinro pun menolak jika disebut kecolongan dengan ditariknya dua kader terbaik Gerindra oleh NasDem.
"Saya kira itu hal yang biasa saja politisi pindah partai," ujarnya.

Menurutnya, kader yang pindah partai biasanya dikarenakan kedekatan dengan pimpinan partai tersebut. "Politisi yang pindah partai itu biasanya karena faktor kedekatan dengan pimpinan partai itu. Saya dulu adalah kader Golkar, tapi sekarang saya sebagai kader Gerindra," tuturnya. (mah)
 

Penulis: Mahatir

Editor: Mahatir

Berita Terkait