Home / Parlementaria

Pemecatan Kader PKPI Dianggap Kepanikan

Selasa, 26 Jul 2016 | 07:00 WITA

DUALISME KEPENGURUSAN. Suzanna Kaharuddin saat menggelar konfrensi provinsi Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel. Kepengurusan DPP PKPI diterpa dualisme.

MAKASSAR, UPEKS.co.id -- Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel kubu Suzanna Kaharuddin, Muhammad Arkam menganggap bahwa pemecatannya sebagai kader PKPI oleh Ketua DPN PKPI Isran Noor adalah bentuk kepanikan.

“Apa kesalahan saya hingga dipecat. Ini yang tidak jelas. Saya melihat Pak Isran dan kelompoknya panik sehingga memecat tanpa mengklarifikasi. Pasti saya melawan,” kata Muhammad Arkam, kemarin.

Menurut Arkam, dirinya tidak bereaksi berlebihan karena PKPI mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ARD/ART) serta masih menghargai keberadaan dewan pembina dan pakar

“Saya tidak bereaksi karena saya menganggap hal itu hanya akan merugikan citra partai. Harusnya Pak Isran sadar bahwa PKPI adalah partai dan bukan perusahannya yang seenaknya memecat,” jelasnya.

Menyoal DPK PKPI Kabupaten Takalar, menurut Arkam, DPP PKPI Sulsel kubu Takudaeng Parawansa semestinya memahami bahwa dukung mendukung bakal calon bupati di Pilkada harus ada mekanismenya. Dimana ada ketua desk Pilkada, melalui proses pendaftaran dan fit and propper test
“Akan tetapi sampai saat ini tim desk Pilkada tingkat nasional belum dibentuk oleh Isran Noor,”jelasnya.

Terpisah, Sekretaris DPP PKPI Sulsel, Rusli Malli menegaskah penjaringan calon kepala daerah di Kabupaten Takalar segera dilakukan. Dia pun menuding penjaringan yang telah dilaksanakan Suzanna Kaharuddin sudah bersifat ilegal.

"Kami imbau kepada seluruh bakal calon untuk tidak berharap rekomendasi dari DPP PKPI di masa bakti Suzanna Kaharuddin. Kami baru akan melakukan penjaringan dua hari kedepan," katanya. (and/mah)

Penulis: Andika

Editor: Mahatir

Berita Terkait