Home / Parlementaria

Suzanna Tolak Kepengurusan Marzuki

Senin, 25 Jul 2016 | 10:07 WITA

MAKASSAR, UPEKS.co.id -- Legislator Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel, Suzanna kukuh menolak kepengurusan Marzuki Hasan.
 
Dimana sebelumnya, Ketua Umum PKPI menunjuk Marzuki Hasan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel menggantikan Suzanna.  
 
Terkait hal tersebut, Suzanna menegaskan, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Isran Noor sewenangwenang dalam memimpin. "PKPI bukan perusahaan Isran Noor," tegas Suzanna, kemarin. 

Menurut Suzanna, seharusnya Isran Noor memacu semangat kader untuk membesarkan partai. Apalagi saat ini menjelang Pilkada di Kabupaten Takalar.

Lebih jauh, Suzanna menyebut kepengurusan Marzuki tidak sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Salah satunya, ketua DPP PKPI harus berdomisili di Sulsel.

"Sesuai AD/ART, harus berdomisili di Sulsel. Apakah dia berdomisili di Sulsel Yang lantik itu cuma Isran Noor. Tidak ada yang tahu pengurus DPN lain," tegasnya.

Untuk itu, Suzanna khawatir PKPI akan susah menatap pilkada kedepannya. Sebab menurutnya, pengurus yang dilantik Isran Noor tidak sesuai aturan dan semuanya hanya pengurus yang gagal.

"Kita lihat pengurus sekarang. Masuk ndak PKPI di pilkada dengan dipimpin ketua seperti ini Tidak mungkinlah," ujarnya. 
Beberapa waktu lalu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Takudaeng Parawansa mewarning Suzanna Kaharuddin untuk tidak melakukan perlawanan terhadap keputusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI terkait perubahan struktur PKPI di Sulsel.

"Selama ibu Suzanna menerima keputusan DPN, maka posisinya sebagai Legislator PKPI di DPRD Sulsel tetap aman," sebut Takudaeng saat bertandang ke redaksi Harian Ujungpandang Ekspres.

Takudaeng menyebutkan, masa jabatan kepengurusan Suzanna Kaharuddin di Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel untuk periode 2010-2015 telah berakhir. Kemudian dilaksanakan Konperprov lewat revitalisasi periode 2016-2021.
"Sebagai pengganti Suzanna di DPP PKPI Sulsel, DPN mengeluarkan surat keputusan bernomor 122/SKEP/DPN PK IND/VII/2016 kepada Marsuki Hasan. Kemudian sekretaris, Rusli Malli," terangnya.

Takudaeng pun menegaskan, Ketua Umum DPN PKPI Isran Noor juga mengeluarkan SK bernomor 112/SKEP/DON PKP IND/VII/2016 tentang pemberhentian Samuel Samson sebagai Sekretaris Jenderal DPN PKPI masa bakti 2015-2020. Termasuk mencabut kartu anggota Muhammad Arkam sebagai kader PKPI. (mah)

Penulis

Editor: Mahatir

Berita Terkait