Home / Smart City

Pembangunan Kawasan Kuliner Nusantara Jalan di Tempat

Selasa, 26 Jul 2016 | 11:29 WITA

KAWASAN NUSANTARA. Tampak kawasan di Jl Nusantara beberapa waktu lalu. Rencana pembangunan kawasan kuliner di Jl Nusantara yang direncanakan sejak awal 2016 belum berubah signifikan hingga pekan terakhir bulan Juli.

 
MAKASSAR,UPEKS.co.id -- Rancana pembangunan kawasan kuliner di Jl Nusantara yang direncanakan sejak awal tahun 2016 belum berubah signifikan hingga pekan terakhir bulan Juli. Tahun yang diklaim sebagai tahun infrastruktur tidak menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur.

Pembangunan pusat kuliner dianggarkan melalui pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Makassar. Alokasinya mencapai Rp50 miliar.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan DPU Makassar, Darlis mengatakan, PU Makassar baru merampungkan desain atau Detail Engineering Design (DED). Kawasan kuliner Nusantara tersebut ditandai dengan pembangunan pedestrian.

"Kita sudah rampungkan DED-nya. Pekan ini direncanakan akan dikirim ke Unit Layanan Pengadaan untuk proses pelelangan," kata Darlis, Senin (25/7/2016).

Menurut Darlis, dokumen proyek ini dalam penyelesaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Dokumen dikirim ke ULP usai HPS dirampungkan. Sesuai desain, wajah Jl Nusantara mengalami beberapa perubahan. Pembangunan pedestrian itu terdiri dari beberapa segmen. Ada segmen untuk kuliner dan ada untuk pejalan kaki.

Lebar pedestrian berukuran satu badan jalan. Alhasil, Jl Nusantara bakal berubah menjadi satu arah saja. Arah dari Selatan Makassar atau Jl Penghibur yang bertahan. Sedangkan sebaliknya, dari arah Utara Makassar atau Jl Tol Reformasi bakal ditutup. Arah ini akan dialihkan ke Jl Sulawesi. Jl Sulawesi pun menjadi satu arah.

"Jadi, pengguna jalan dari arah Tol akan melalui Jl Sulawesi, begitu juga pengendara di Jl Nusantara yang ingin balik arah akan melalui Jl Sulawesi," terang Darlis.

Lanjutnya, pembangunan pedestrian akan melintasi ruas Jl Nusantara, Jl Ujung Pandang, Jl Pasar Ikan, Jl Penghibur hingga Jl Haji Bau.

Dia menambahkan, pengerjaan fisik proyek ini ditargetkan berjalan tahun ini juga. Jika ULP menetapkan pihak ketiga yang menjadi pemenang tender, maka pembangunan fisik akan segera berjalan.

Padahal, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menargetkan pembangunan kuliner Nusantara rampung usai Lebaran lalu.

Menurut Danny, sapaan walikota, rancangan kawasan kiliner ini terintegrasi mulai aspek administrasi, manajemen lalu lintas, keamanan, hukum, sosialnya serta sistem bagi hasilnya nanti.

"Tapi, tergantung juga dengan sistem yang digunakan pihak yang melakukan pembangunan, seperti sistem pemasangan saluran drainase dan pedestrian," kata Danny.

Danny berencana menggunakan sistem drainase dan pedestrian buka tutup. Untuk pengelolaannya nanti, Danny masih memikirkannya. Apakah akan dikelola kecamatan atau UPTD. Sedangkan, manajemen lalu lintas, Danny segera berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan. (rul/ris)

Penulis: Asrul

Editor: Paris

Berita Terkait