Home / Utama

JK: Pengusaha Jangan Minta Sumbangan

Selasa, 26 Jul 2016 | 12:35 WITA

TABUH GENDANG. Wapres RI, Jusuf Kalla (JK) menabuh gendang sebagai tanda dibukanya PSBM XVII, di hotel Novotel Makassar, Senin (25/7/16)JUSUF WAHID/UPEKS

PSBM XVI
MAKASSAR,UPEKS.co.id
-- Menjadi pengusaha tentunya harus serius dan fokus, tidak boleh meminta sumbangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda).

Demikian ditegaskan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) saat membuka Pertemuan Saudara Bugis Makassar ke-XVI yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal, di hotel Novotel, Senin (25/7/16).

Menurutnya, masyarakat Bugis Makassar yang menganut kultur pengusaha harus bersikap mandiri dalam menggelar kegiatan.

"Seluruh pengusaha, kalau bikin kegiatan harus pakai uang sendiri. Jangan minta sumbangan dari pemerintah provinsi dong. Masa pengusaha dibayarin," ketus Wapres.

Ketua Dewan Pembina KKSS ini mengatakan, PSBM tidak berorientasi transaksi. Namun, PSBM merupakan wadah pertemuan, tempat berbagi semangat dan pengalaman masyarakat Bugis Makassar yang sudah sukses dalam membangun usahanya di daerah lain di Indonesia.

"Seluruh biayanya ditanggun sendiri-sendiri, karena ini konsepnya silaturahmi dan halal bihalal," ungkapnya.
Menjadi pengusaha, lanjut JK, jangan bicara di tempat yang mewah. Kalau berbicara pertanian seperti kakao, berbicaralah di kebun kakao, tentang Udang bicara di empang.

JK mengungkapkan, suatu bangsa yang mengalami kemajuan tentunya dilihat dari kemajuan yang dialami pengusahanya, bekerja dengan baik untuk bangsanya. Karena tidak ada negara yang maju tanpa ada pengusaha yang maju.

Sebab, yang bayar pajak itu adalah pengusaha serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan layanan adalah pengusaha, justru pemerintah melayani pengusaha, karena pengusaha yang membayar gaji pegawai melalui pajaknya, sehingga pemerintah di tuntut memberikan fasilitas dan pelayanan yang baik.

"Modal pengusaha yang paling besar adalah semangat, karena semangat melahirkan keberanian dan kreativitas serta semangat yang bisa berbuat banyak kepada bangsa, karena itu pengusaha harus selalu semangat,"tandasnya.

Pada tahun 80an lalu, kata dia, Pemerintah Provinsi Sulsel mengusulkan konsep yang bagus dengan membagi beberapa daerah sesuai dengan bidang kemampuan dan ekonominya.
 
Seperti ada daerah beras, daerah jagung, ternak, kopi dan cokelat. Agar setiap daerah fokus mengerjakan potensi yang dimiliki daerah tersebut, sehingga kemajuan dibidang tersebut betul-betul fokus mengerjakan, dan inilah yang diharapkan dalam PSBM.

"Kalau kita Fokus bekerja, apa yang kita kerjakan akan lebih maju. Sehingga dengan melakukan usaha tidak sekedar hanya berusaha, tetapi bekerja dan bekerja. Menjadi pengusaha juga tidak bisa dengan sendirinya, tentu harus dibutuhkan dari berbagai pihak, terlebih jaringan atau rekan bisnis yang paling utama dalam berbisnis," katanya.

Selain itu, pengusaha pribumi juga tidak kalah  pintar dengan pengusaha nasional. Hanya saja, pengusaha pribumi kalah dalam semangat berusaha dan kemauan, sehingga dengan pertemuan PBSM ini akan menjadikan langkah awal semangat untuk membangun daerah, terlebih kepada bangsa.

"Saya percaya KKSS diseluruh Indonesia, menjadi pengusaha disetiap daerah akan menjadi bagian laju pembangun daerah atau bangsa, namun jagan pernah melupakan daerahnya untuk di bangun juga," ujarnya. (edo/rif)

Penulis: Nilsan

Editor: M Arif

Berita Terkait