Home / Sulsel Membangun

Kemenag Minta Hentikan Titip Amplop

Senin, 31 Agu 2015 | 04:14 WITA

PINRANG,UPEKS--Tudingan miring terhadap Sudirman, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Patampanua Pinrang yang diduga mempreteli uang sumbangan atau celengan masjid dengan tegas dibantah yang bersangkutan.

'Kami hanya menyimpan amplop di setiap masjid yang ditujukan bagi para jamaah yang ingin menyumbang buat KUA Patampanua,' ujarnya.

Peruntukkan sumbangan itulah yang kami gunakan untuk membiayai kegiatan KUA maupun kegiatan keagamaan lainnya, tambah Sudirman.

Terkait kegiatan MTQ, LPTQ, Amaliah Ramadhan dan lainnya, Sudirman tidak menampik jika dirinya menjalankan amplop sumbangan di masjid masjid guna membantu pembiayaan kegiatan.

Menyikapi hal itu, Ishaq, seorang aktivis mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang menyayangkan tindakan kepala KUA Patampanua itu.

Menurutnya, sangat tidak wajar jika Masjid sebagai sarana ibadah dimanfaatkan dalam meminta sumbangan, apalagi yang tujuannya buat kegiatan KUA.

"Jangan jangan KUA tidak memiliki biaya operasional sehingga harus meminta sumbangan kepada warga dengan memafaatkan sarana ibadah. Ini harus dihentikan dan Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Pinrang harus bertindak demi menjaga nama baik institusinya ", harapnya

Ishaq yang juga Ketua Komisariat HMI STIKIP Cokroaminoto Pinrang itu menilai, selain menjadi preseden buruk buat institusi di mata masyarakat, alasan pemungutan sumbangan tersebut juga masih perlu diselidiki.

" Biasanya, setiap kegiatan keagamaan seperti MTQ atau LPTQ itu sudah memiliki pos anggaran tersendiri. kalau untuk kegiatan KUA, kalau memang tidak memiliki anggaran, baiknya tidak usah dilaksanakan saja dari pada harus membebani warga melalui masjid. Kalau untuk pembangunan dan pemeliharaan masjid, wajar jika jamaahnya ikut menyumbang ", jelas Ishaq.

Kepala Kantor Kemenag Pinrang, Arsyad Ambo Tuo mengaku telah memanggil kepala KUA dan minta hentikan minta sumbangan dengan menitip amplop di masjid. Masih banyak cara lain dapat dana tanpa harus memanfaatkan fasilitas ibadah. (clu/arf).

Penulis: Syahrul

Editor: Muh Arafah

Berita Terkait