Home / Parlementaria

KPU Batasi Sumbangan Paslon

Rabu, 26 Agu 2015 | 02:12 WITA

KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulsel mulai membatasi sumbangan pasangan calon  di pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini. 
 
Komisioner KPUD Sulsel, Khaerul Mannan mengatakan, sumbangan dimaksud berasal dari lembaga asing, lembaga swasta asing ataupun dari warga negara asing. Selain itu sumbangan dari pemerintah daerah dan badan usahamilik daerah (BUMD).

"Jika ada calon yang menerima sumbangan melebihi dari itu harus melapor ke KPUD setempat. Lalu dikembalikan ke kas negara,"kata Khaerul, Selasa, (25/8).

Khaerul melanjutkan, hal itu berdasarkan Undang-Undang Pilkada pasal 74 Tahun 2014 tentang Dana Kampanye. Disebutkan bahwa sumbangan dana kampanye untuk perseorangan maksimal Rp50 juta. Sedangkan perkelompok atau perusahaan maksimal Rp500 juta.

"Sumbangan dapat diperoleh dari pihak lain yang tidak mengikat. Baik itu perseorangan atau perkelompok, seperti perusahaan swasta atau yanglainnya,"ujar Khaerul. Menurutnya, partai politik atau gabungan partai politik yang megusulkan calon di Pilkada diwajibkan memiliki rekening khusus soal dana Kapanye atas nama calon. Kemudian didaftarkan kepada KPU provinsi ataupun kabupaten/kota.

"Pemberian sumbangan itu harus dicantumkan identitas yang jelas. Juga wajib dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,"katanya. Ketua KPUD Tana Toraja Rizal Randa mengatakan, besok, Rabu 26 Agustus batas akhir bagi calon kepala daerah menyerahkan dana kampanyenya. Jika mereka tidak menyerahkan maka terancam didiskualifikasi. "Kalau tidak menyerahkan rekening kampanyenya atau dana kampanyenya maka yang bersangkutan
didiskualifikasi,"jelasnya.

Menurut dia, pembatasan dana kampanye telah diatur dalam UU Pilkada. Yaitu untuk sumbangan yang berasal dari perseorangan Rp 50 juta dan perusahaan Rp 500 Juta. "Kalau kami persiapkan anggaran kampanye sekitar Rp 1,2 miliar. Yang kami tanggung hanya penyebaran alat kampanye dan visi-misi para calon,"katanya.Inkumben Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan akan mematuhi aturan tersebut. Sampai saat ini kata dia, sumbangan dana kampanye yang berasal dari luar kebanyakan dari keluarga. "Dana kampanye saya Rp 10 miliar. Diantaranya berasal dari keluarga. Dana kampanye ini akan digunakan untuk operasional tim," katanya. (mah)

Penulis: Mahatir Mahbub

Editor: Mahatir Mahbub

Berita Terkait