Home / Sulsel Membangun

Retribusi Wisata Tongke-tongke Dikecam

Ahad, 10 Jan 2016 | 18:55 WITA

SINJAI, UPEKS.co.id -- Pengunjung keluhkan penarikan retribusi di objek Wisata Hutan Mangrove di Dusun Babana, Desa Tongke Tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Alasannya, belum ada Perda atau aturan sebagai payung hukumnya.  

Menanggapi masalah itu, Kadispenda Sinjai, Akbar Mukmin menegaskan, penarikan retribusi itu pungli. Jika memang masuk ke rekening desa, jelas pelanggaran. Pertimbangannya, itu bukan aset desa, tapi milik Pemda, karena biaya pemeliharaan ditanggung Pemda Sinjai.

Segala bentuk aturan yang dibuat desa untuk retribusi itu batal demi hukum, karena itu aset Pemda Sinjai, tegas Akbar.

Penjaga loket masuk wisata Tongke-tongke, Nurhaya Amnur selaku pengelola mengatakan, sejak dibuka beberapa hari lalu, pengunjung membeludak. Umumnya per hari pengunjung 200 - 300 orang. Taris tiket masuk Rp5.000 orang dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak. 

Ketua Kelompok Pecinta Sumber Daya Alam Aku Cinta Indonesia (KPSDA ACI), Zainuddin dikonfirmasi menegaskan, penarikan retribusi bertujuan menjaga keamanan jembatan dan membatasi pengunjung.
"Banyak sekali orang luar berkunjung dan membludak.
 
Hasil retribusi masuk ke kas kelompok pengelola untuk menjaga keamanan dan kebersihan 55%, kas desa 10% dan 35% masuk kas ACI,"  terangnya.  Dikatakan, pengunjung ditakutkan merusak pekerjaan jembatan Wisata Hutan Mangrove. Untuk itu diperlukan biaya menjaga keamanan dan kebersihan jembatan. (egy/arf).

Penulis: Egy

Editor: Muh Arafah

Berita Terkait