Home / Smart City

Sejumlah Obyek Wisata Terabaikan

Rabu, 25 Mei 2016 | 09:45 WITA

WISATA. Tampak pengunjung di salah satu destinasi wisata alam di kota Makassar. Namun, potensi untuk mendulang rupiah untuk kas pemerintah tidak dikelola dengan baik dan maksimal.

 
MAKASSAR,UPEKS.co.id -- Destinasi wisata alam di kota Makassar sangat banyak dan beragam. Namun, sayangnya potensi untuk mendulang rupiah untuk kas pemerintah tidak dikelola dengan baik dan maksimal. Destinasi wisata hanya sekadar dibanggakan, namun tidak mendapat perhatian dari Pemkot Makassar.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba menuturkan, setidaknya ada dua obyek wisata yang punya potensi besar menjadi destinasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), yakni wisata di pulau-pulau Makassar serta wisata Lakkang di tengah kota.

Bahkan, Pulau Laelae dan Kayangan tidak dibenahi dengan baik.

Kedatangan turis mancanegara ke Makassar, banyak yang mencari destinasi pulau. Misalnya, mereka hanya ingin ke Pulau Samalona, Kayangan, dan Laelae. Keindahan alam Pulau Samalona tidak bisa dipungkiri. Namun sayangnya, Didi menilai pemkot kurang terlibat melakukan pembenahan.  Infrastruktur dan fasilitas wisata kurang.
Aksesnya juga kurang representatif. Belum lagi kebersihannya kadang tak mendapat perhatian.

"Makanya, saat kami menawarkan paket wisata pulau, kami tak mau melebih-lebihkan. Kami tampilkan apa adanya sesuai kondisi di lapangan," tutur Didi, kemarin.
Begitu pula dengan Delta Lakkang, daerah yang kerap disebut warga Makassar sebagai Pulau Lakkang. Destinasi Lakkang sangat layak dipromosikan dan punya potensi besar untuk daftar paket wisata kota (city tour) Makassar kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi di Pulau Lakkang ada gua-gua atau bangker peninggalan tentara Jepang pada perang dunia kedua.

Didi masih ragu-ragu mempromosikan atau menjadikan paket tur wisata kota Makasar.  "Masalahnya pada kebersihan Delta Lakkang, apalagi jalan untuk menuju ke beberapa spot wisata di Lakkang masih harus dibenahi sebelum kita masukkan sebagai daftar destinasi baru," ungkapnya.

Andaikan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar memperhatikan dua destinasi ini, kata Didi, akan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang. Di luar dari obyek wisata sejarah, banyak wisatawan yang mencari panorama alam yang baru di Makassar.

Sebenarnya di kota Makassar ini banyak destinasi wisata, kata Didi, sayangnya kurang dipoles untuk bisa menjadi wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan. Jangan sampai Pemkot lebih banyak melakukan promosi, namun destinasi jauh dari ekspektasi.

"Kami lebih banyak mempromosikan wisata alam Ramang-ramang dan Malino di luar negeri, tetapi di Makassar kita berharap SKPD terkait bisa menggali potensi wisata alam lainnya. Sebenarnya banyak obyek wiata yang sangat baik dan bagus di Makassar," ujar Didi.

Kepala Bidang Usaha Pariwisata, Disparekraf Makassar, Andi Karunrung mengatakan; khusus pariwisata yang dikelola instansinya hanya wisata Pulau Kayangan. Itupun bersoal lantaran kasus hukum dengan pengelola. Makanya tahun ini pihaknya tak menyiapkan anggaran khusus untuk membenahi obyek wisata yang dikelola pemerintah. Rata-rata anggaran dipakai untuk event-event dan promosi di dalam dan luar negeri.

"Wisata sejarah seperti benteng atau makam Raja-raja Tallo itu dikelola Pemprov Sulsel. Pengelolaan kampung Lakkang belum kami siapkan anggarannya. Apalagi khusus untuk membuka spot wisata baru," tambahnya. (met/ris)

Penulis: Slamet

Editor: Paris

Berita Terkait