Home / Utama

Sesuaikan Harga dengan Kondisi Pasar

Selasa, 26 Jul 2016 | 12:29 WITA

HARGA TERJANGKAU. Tampak Owner Uno Cafe dan Resto, Daarul Salam. Cafe and Resto yang terletak di Jln Pongtiku ini menghadirkan konsep menu berkelas dengan harga yang terjangkau. HUMAIRAH/UPEKS

Uno Cafe and Resto 
Meski mengambil lokasi yang kurang strategis untuk konsep Cafe and Resto, Uno Cafe mampu bersaing dan menyesuaikan harga produk terhadap keinginan pasar (pelanggan).
 
Laporan: Humairah Samad
-----------------------
Makassar
 
Seiring perkembangan kota Makassar yang diberika  julukan kota semakin gencar pula  penyebaran cafe di setiap sudut kota Makassar tak heran jika cafe semakin gencar dalam bersaing untuk meningkatkan strategi promosinya.

Selain strategi promosi, salah satu hal yang penting adalah penentuan lokasi, karena lokasi juga sebagai penentu ketertarikan pengunjung untuk berkunjung.
 
Contohnya, salah satu usaha yang terletak dijalan Pongtiku ini, dengan konsep Cafe and Resto didirikan di daerah masyarakat menengah kebawah serta di kelilingi warung-warung pinggiran jalan yang lebih diminati masyarakat setempat menjadi tantangan tersendiri bagi Uno Cafe and Resto.

Owner Uno Cafe dan Resto, Daarul Salam mengungkapkan, sebenarnya tantangan yang paling berat adalah mengelola cafe dari dari segi harga. Sebab, masyarakat di sekitar Pongtiku ini kurang minat dengan cafe konsep resro seperti ini.

Design ruangan yang elegan serta makanan kelas atas seperti western food, asian food, serta minuman khas Uno Cafe an Resto kadang kala membuat para pengunjung berpikir bahwa harga hidangan di cafe ini juga mahal. Namun kenyataannya tidak, harga di cafe ini cukup bersahabat yakni kisaran Rp20.000 hingga Rp38.000.

Uno Cafe and Resto juga dilengkapi fasilitas wifi, full AC, ruang salat serta smooking room.
Daarul mengatakan, Uno Cafe and Resto didirikan sejak tahun 2013 dengan modal Rp1,5 miliar. Hingga saat ini, dirinya bisa meraup omset sebesar Rp4-5 juta perbulan dan hampir menutupi modal awalnya.

"Uno Cafe and Resto ini kami buat dengan desain kalangan atas. Tetapi harga yang kami tawarkan cukup terjangkau dan sesuai dengan kantong masyarakat menengah ke bawah," katanya.

Daarul mengaku, tingkat kesulitan yang dihadapinya dalam mengelola cafe tersebut adalah masalah harga yang ditawarkan. "Kami bisa tetap bertahan hingga saat ini karena harga yang kami tawarkan disesuaikan dengan keinginan pasar atau cukup terjangkau bagi semua kalangan," tandasnya. (mg2/rif)

Penulis: mg2

Editor: M Arif

Berita Terkait